bubles
Selasa, 25 Maret 2014
Orang yang Cerdas => Yang Mengingat Kematian
Duniamu dan mereka yang sekarang adalah duniaku di masa lalu ,
Seorang yang cerdas tentu tidak akan terlena dengan kehidupan dunia karena dia sadar dunia ini fana dan hanya sementara. Dia tidak akan terlena dengan gemerlapnya dunia dan segala apa yang ada di dalamnya. Sebaliknya ia akan senantiasa ingat akhirat, tempat tinggalnya yang abadi kelak. Dengan demikian seorang yang cerdas maka ia akan selalu ingat kematian.
kita tak tau apakah akan mati dalam keadaan khusnul khotimah atau malah suul khotimah
Senin, 24 Maret 2014
Ingin ku Lepas jiLbab ini
Saya mulai gerah memakainya ..
Mulai tidak nyaman mengenakannya
ingin rasanya ku lepas ..
Saya tidak mau memakainya lagi
karena kenapa ??
bisa anda tebak?
karena saya maluuu >.<
Saya malu menggunakan jiLbab ini ..
eh eh .. Jangan salah paham dulu ..
saya malu karena jilbab yang kukenakan ini tipis dan pendek ..
ingin ku ganti dengan HIJAB yang tebal dan panjang yang sesuai syar'i
tapi, kenapa terasa berat untuk mengubahnya ya??
untuk menyesuaikan dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar..
kapan aku bisa memulai ??
sudah banyak motivasi yang ku dapat .. tetapi sampai sekarang kenapa belum juga memulainya??
banyak tanya yang bergelayut dalam pikiran ini ..
bodohnya aku, berpikir dua kali untuk melakukan hal yang ku rasa benar
Hijab dan tingkah laku itu 2 hal yang berbeda
saatnya menggunakan prinsip "berhijablah, selanjutnya Allah yang meluruskan"
Keep Istiqomah ^_^
Mulai tidak nyaman mengenakannya
ingin rasanya ku lepas ..
Saya tidak mau memakainya lagi
karena kenapa ??
bisa anda tebak?
karena saya maluuu >.<
Saya malu menggunakan jiLbab ini ..
eh eh .. Jangan salah paham dulu ..
saya malu karena jilbab yang kukenakan ini tipis dan pendek ..
ingin ku ganti dengan HIJAB yang tebal dan panjang yang sesuai syar'i
tapi, kenapa terasa berat untuk mengubahnya ya??
untuk menyesuaikan dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar..
kapan aku bisa memulai ??
sudah banyak motivasi yang ku dapat .. tetapi sampai sekarang kenapa belum juga memulainya??
banyak tanya yang bergelayut dalam pikiran ini ..
bodohnya aku, berpikir dua kali untuk melakukan hal yang ku rasa benar
Hijab dan tingkah laku itu 2 hal yang berbeda
saatnya menggunakan prinsip "berhijablah, selanjutnya Allah yang meluruskan"
Keep Istiqomah ^_^
Sabtu, 26 Oktober 2013
Pentingnya Pendidikan Karakter
Pendidikan yang berorientasi pada pembentukan
karakter sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Focus pembelajaran
di kelas selama ini terkooptasi pada orientasi penguasaan sains. Hasilnya,
banyak orang yang pintar tapi tidak memiliki integritas kepribadian dan moralitas.
Pintar tapi keblinger, cerdas tapi culas, dan berwawasan luas namun picik
hatinya.
Anda tentu tidak ingin menyaksikan alumni sekolah
anda menjadi orang yang awalnya sukses namun di tengah menjalani karirnya
tersangkut masalah korupsi, terbukti melakukan tindakan amoral, atau karirnya
berakhir tragis, dipecat dan masuk “hotel prodeo”. Anda juga tidak ingin
melihat mantan murid anda yang menjadi pejabat public yang potonya
diinjak-injak, wajahnya dicorat-coret atau digambar yang aneh-aneh bahkan posternya
dibakar di tengah kerumunan demonstran. Anda tentu menyadari bahwa sepak
terjang alumni sekolah anda akan memiliki pengaruh terhadap nama baik sekolah
anda.
Melihat itu semua, maka penguatan pembelajaran
karakter menjadi sangat penting. Masalahnya adalah bagaimana membentuk karakter
siswa? Bagaimana membentuk karakter siswa? Apalagi jika anda seorang guru SMA
maka anda sudah disibukkan dengan materi pelajaran anda boro-boro mikirin
pendidikan karakter. Sudah memang, namun harus tetap diupayakan, karena ini
menyangkut integritas seseorang.
Sejatinya, character building atau
pembangunan karakter sudah include dalam proses pendidikan, dalam semua
materi pembelajaran. Hanya saja seringkali kurang disadari oleh para guru. Pembelajaran
karakter itu tidak cukup hanya dengan menciptakan sendiri sebuah mata pelajaran,
seperti pelajaran pendidikan nilai. Pembelajaran yang berorientasi pada
karakter memerlukan contoh perilaku dari anda sebagai seorang guru, orangtua, kepala
sekolah, dan dari semua orang-orang dewasa. Apa yang dibutuhkan dalam
pembelajaran karakter bukan lagi dalam tataran kognitif, namun masuk dalam
wilayah efektif.
Pembelajaran karakter sejatinya akan efektif jika
dilakukan sejak usia dini karena kebersihan jiwanya masih terjaga. Model pembiasaan dan teladan dari anda sebagai
guru merupakan cara yang paling baik dalam pembentukan karakter. Keuletan,
kesabaran, kesederhanaan, dan toleransi merupakan karakter orisinal bangsa kita
yang sekarang semakin terkikis.
Banyaknya generasi muda yang menganggur dalam pola
hidup yang serba instan telah memberi gambaran pada kita bagaimana keuletan itu
telah lenyap. Di jalan-jalan kini, kita tidak lagi menemukan generasi muda yang
santun dan sabar dalam berkendaraan. Inginnya cepat dan tergesa-gesa, padahal
tidak ada masalah yang harus membuatnya tergesa-gesa. Perilaku konsumtif dan
hilangnya prinsip kegunaan atas suatu benda membuktikan bahwa kesederhanaan
sudah tidak ada lagi dan rentannya perilaku trimordial dan kedaerahan merupakan
bukti bahwa toleransi semakin menipis, bahkan ada kesan otonomi daerah seperti
keangkuhan daerah.
Tugas anda sebagai pendidik adalah merekonstruksi
ulang karakter siswa-siswa anda dalam pembelajaran di kelas. Anda tidak perlu
menyajikan secara kognitif, anda cukup memberinya teladan dan mensciptakan
kegiatan yang berorientasi pada penanaman nilai-nilai tersebut.
Kamis, 27 Desember 2012
Khusnul Khotimah
Adapun tanda-tanda kematian
khusnul khatimah, di antaranya :
1. Mengucapkan
Dua Kalimt Syahadat ketika Wafat
Imam Ghazali dalam “Minhaj Al-‘Abidin”
menurunkan sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Syabramah. Ia berkata.”Aku
pernah menjenguk seseorang yang sedang sakit bernama asy-Sya’bi. Didekat orang
tersebut ada orang lain yang mengajariny bacaan “La Ilaha Illallahu Wahdahu La
Syarika Lahu” lalu asy-Sya’b”ibberkata,”Aku tidak akan meninggalkan kalimat
tersebut, baik kamu ajarkan kepadaku atau tidak.” Lantas ia membaca firman
Allah,”…Dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dn Allah mereka berhak
dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan Allah adalah Maha
Mengetahui segala sesuatu.”(Q.S al-Fath: 26)
Dalam beberapa riwayat dijelaskan
bahwa orang yang pada akhir hidupnya membaca “Laa ilaaha illallah” maka ia
termasuk orang yang khusnul khatimah.
Rasulullah bersabda,”Barang siapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan La
ilaaha illallah maka ia akan dimasukkan kedalam surga” (HR. Hakim dan Ibnu
Hibban)
Dalam Syarh Kitab At-Tauhid karya
Ibnu Abdul Wahhab disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar yang
juga tercantum dalam Shahih Bu-khari dan Muslim. “Tidak seorang hamba oun yang
mengucapkan La ilaaha illallah lalu ia meninggal dunia dengan kalimat itu,
kecuali ia akan masuk surga.”Ada juga hadis yang menyatakan,”Barang siapa yang
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah dan
utusan-Nya, Allah akan mengharamkan neraka atas dirinya.” (HR. Muslim)
2. Ketika
Wafat Dahinya Berkeringat
Ini berdasarkan hadis dari
Buraidah Ibnu Khasib adalah Buraidah dahulu ketikadi Khurasan. Ia menengok
saudaranya yang sedang sakit, namun, didapatinya saudaranya itu telah wafat.,
dan terlihat di jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata, :Allahuakbar,
sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: matinya seorang mukmin adalah
dengan berkeringat dahinya” (HR. Ahmad, Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Sebagian ulama yang lain
mengatakan, “Keringat yang membasahai dahinya adalah disebabkan rasa malu
terhadap Allah akibat pengakuannya atas segala kesalahan yang diperbuat. Sebab segala
yang lampau telah mati, yang tersisa hanyalah kekuatan hidup dan bergerak pada
apa yang ada diatas sana. Rasa malu itu ada pada kedua mata, dan pada saat
itulah rasa malu itu sangat terasa. Sedangkan orang kafir, mereka buta, dan
tidak lagi memiliki rasa malu itu. Sedangkan keringat itu akan muncul dari
mereka yang mendapat rahmat. Sebab, tak ada seorang wali, sahabat, atau orang
baik, kecuali ia pasti akan mendapat kabar gembira dan kemuliaan dari-Nya.
3. Wafat
pada Malam Jumat
Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah saw, “tidaklah seorang muslim
yang wafat pada hari jumat ataulah pada malam jumat kecuali pastilah Allah
menghindarkannya dari siksa kubur” (HR. Ahmad)
4. Mati
Syahid dalam Medan Perang
Mengenai hal ini,
Allah swt. berfirman dalam surat Ali Imran (169-171):
وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (١٦٩)
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ
مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ
خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (١٧٠)
يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ
اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ (١٧١)
169. Janganlah kamu mengira bahwa
orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi
Tuhannya dengan mendapat rezki.
170. Mereka dalam keadaan gembira
disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang
hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul
mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
171.
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan
bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
Adapun hadits-hadits
Rasulullah saw yang berkenaan dengan masalah ini, “bagi orang yang mati syahid
ada enam keistimewaan, yaitu diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya
mengucur, melihat tempatnya didalam surge, dilindungi dari azab kubur, daqn
terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman,
dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memberikan syafaat bagi 70 orang
kerabatnya.” (HR. Tirmidzi, ibnu majah dan Ahmad)
To be Continue :)
Sami Yusuf
Sami Yusuf (lahir 1 Juli 1980; umur 32 tahun) adalah seorang penyanyi-penulis lagu Inggris-Iran, komposer, produser dan musisi multi-instrumentalis.[1]
Pada tahun 2003 Yusuf merilis debut album Al-Mu'allim pada usia 23, menjual lebih dari dua juta kopi. Setelah merilis album kedua "My Ummah" pada tahun 2005, Yusuf telah digembar-gemborkan sebagai "Bintang Rock Islam Terbesar" oleh majalah Time untuk sukses dalam menarik basis penggemar yang relatif muda dari daerah yang beragam di seluruh dunia, kebanyakan mereka dari latar belakang Muslim. Yusuf telah menjual lebih dari tujuh juta album.[2] Pada bulan Oktober 2010, setelah lima tahun kekosongan, Yusuf album ketiga "Wherever You Are" resmi diluncurkan, yang menyatakan genre-nya sendiri diciptakan "Spiritique". Yusuf terlibat dalam inisiatif kemanusiaan, mendukung, antara lain, Islamic Relief dan Save the Children.
Ia mulai memadukan beberapa melodi mudah sejak usia tiga tahun[4] , dan tampil di panggung buat pertama kali ketika usia 9 tahun. Ia mulai tertarik dengan musik klasik sejak ayahnya memberinya sebuah buku mengenai dasar-dasar memainkan Tombak (instrumen Persia).
Sebagai seorang remaja, ia mengabdikan diri pada musik klasik dan ikon klasik seperti Chopin dan Mozart, mengatakan bahwa ia mendengarkan Classic FM sejam sehari. [5]
Ketika dalam dilema untuk menentukan pilihan belajar musik atau belajar hukum di King`s College London, ia memilih musik. Meskipun ia mengklaim selalu religius, ia terhubung kembali dengan imannya lewat sebuah 'kebangkitan religius' saat berusia 16 tahun. [6]
Meskipun album tersebut dideskripsikan sebagai sebuah "proyek untuk memperkenalkan identitas Muslim Inggris",[11] setelah Tragedi 9 September - dengan lagu-lagu yang sangat memuji Nabi Muhammad dan Allah di dalam lagu seperti "The Creator" dan "Ya Mustafa" - album ini menjangkau para pendengar yang tak diperkirakan sebelumnya, tersebar merata di berbagai agama, negara, usia dan suku bangsa. Yusuf "tak sengaja" menamai genre musik barunya sebagai "Pop Islami" dengan memasang sebuah batu pijakan bagi industri musik religius.
Ia menggelar konser di hadapan ribuan orang di Bosnia, Kanada, Prancis, Belgia, Finlandia, Austria, Yunani dan Belanda. Ia menggelar tur Amerika Serikat pada 2006 dan 2007, menyanyi di Los Angeles, Detroit, Dallas, Chicago dan New Jersey di tempat seperti LA Shrine Auditorium.
Di Timur Tengah dan Asia, ia konser dihadapan puluhan ribu orang di Kairo dan Alexandria, Qatar, Kuwait, UEA, Algeria, Bahrain, Syria, Yordania, Tajikistan dan Saudi Arabia. Ia menyanyi di hadapan 250,000 orang di Istanbul, Turki, membuat majalah Time melabelinya sebagai Bintang Rock Terbesar Islam.
Di sebuah konser di Azerbaijan, ia menerima sambutan hangat dari "tanah leluhurnya" (Yusuf adalah seorang Azeri, keturunan campuran Iran-Azerbaijan).
Lebih dari 50,00 orang hadir di konsernya di Festival Musik Casa di Casablanca, Maroko, pada 2007, melebihi batas penonton tempat penyelenggaraan.
Di sebuah konser populer di Wembley (disebut sebagai Muslim Live Aid), yang bertujuan menggalang dana dua juta poundsterling untuk bantuan kemanusiaan di Darfur, Sudan. Yusuf menerima video ucapan terima kasih langsung dari Gordon Brown, saat itu menjabat Perdana Menteri Inggris.
Ia menyelenggarakan tur Afrika Selatan pada 2008, di Cape Town, Durban dan Johannesburg, ia menyanyi bersama koir Agape Children Orphanage, menyanyikan We Are Together. Setelah konser di Festival Musik Fez di Fez, Maroko pada 2009, ia setuju mengadakan konser gratis yang sukses menghimpun 100,000 orang dalam sehari.
Ia sudah mengunjungi Turki, UEA dan Qatar untuk mempromosikan Wherever You Are dan akan ke Mesir, Singapura, Malaysia, Yordania dalam waktu dekat.[12]
Pada tahun 2003 Yusuf merilis debut album Al-Mu'allim pada usia 23, menjual lebih dari dua juta kopi. Setelah merilis album kedua "My Ummah" pada tahun 2005, Yusuf telah digembar-gemborkan sebagai "Bintang Rock Islam Terbesar" oleh majalah Time untuk sukses dalam menarik basis penggemar yang relatif muda dari daerah yang beragam di seluruh dunia, kebanyakan mereka dari latar belakang Muslim. Yusuf telah menjual lebih dari tujuh juta album.[2] Pada bulan Oktober 2010, setelah lima tahun kekosongan, Yusuf album ketiga "Wherever You Are" resmi diluncurkan, yang menyatakan genre-nya sendiri diciptakan "Spiritique". Yusuf terlibat dalam inisiatif kemanusiaan, mendukung, antara lain, Islamic Relief dan Save the Children.
Kehidupan awal
Seorang keturunan Azeri, Yusuf dibesarkan di London sejak usia tiga tahun. [3]Ia mulai memadukan beberapa melodi mudah sejak usia tiga tahun[4] , dan tampil di panggung buat pertama kali ketika usia 9 tahun. Ia mulai tertarik dengan musik klasik sejak ayahnya memberinya sebuah buku mengenai dasar-dasar memainkan Tombak (instrumen Persia).
Sebagai seorang remaja, ia mengabdikan diri pada musik klasik dan ikon klasik seperti Chopin dan Mozart, mengatakan bahwa ia mendengarkan Classic FM sejam sehari. [5]
Ketika dalam dilema untuk menentukan pilihan belajar musik atau belajar hukum di King`s College London, ia memilih musik. Meskipun ia mengklaim selalu religius, ia terhubung kembali dengan imannya lewat sebuah 'kebangkitan religius' saat berusia 16 tahun. [6]
Karir
2003-04: Al Mu`allim
Setelah kembali dari Mesir untuk mempelajari bahasa Arab, Yusuf meluncurkan albumnya, Al-Mu'allim pada Juli 2003 dan 2004, sebuah album perkusi yang terdiri dari delapan lagu.[7] Lagu utamanya, "Al-Mu`allim", menjadi sangat populer di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara, memuncaki daftar tangga lagu selama dua belas pekan di Mesir dan Turki, dan menjual total dua juta kopi di seluruh dunia.[8] Percaya bahwa musik dapat menjadi "media yang tepat untuk menyamaikan ide-ide dan berdiskusi dengan masyarakat",[9] ia memadukan insturmentasi perkusi Timur dan melodi Barat di dalam "Al-Mu`allim" dengan fokus di bahasa Inggris dan bahasa Arab. Lagu terakhir, "Supplication", digunakan di film nominasi Golden Globe, "The Kite Runner".[10]Meskipun album tersebut dideskripsikan sebagai sebuah "proyek untuk memperkenalkan identitas Muslim Inggris",[11] setelah Tragedi 9 September - dengan lagu-lagu yang sangat memuji Nabi Muhammad dan Allah di dalam lagu seperti "The Creator" dan "Ya Mustafa" - album ini menjangkau para pendengar yang tak diperkirakan sebelumnya, tersebar merata di berbagai agama, negara, usia dan suku bangsa. Yusuf "tak sengaja" menamai genre musik barunya sebagai "Pop Islami" dengan memasang sebuah batu pijakan bagi industri musik religius.
Konser dan tur
Tur dan konser Yusuf selama delapan tahun ke belakang sudah ekstensif. Ia terkenal karena konser di Royal Albert Hall dan Royal Concert Hall di Inggris pada 2006, dan tur Jerman yang komprehensif pada 2007.Ia menggelar konser di hadapan ribuan orang di Bosnia, Kanada, Prancis, Belgia, Finlandia, Austria, Yunani dan Belanda. Ia menggelar tur Amerika Serikat pada 2006 dan 2007, menyanyi di Los Angeles, Detroit, Dallas, Chicago dan New Jersey di tempat seperti LA Shrine Auditorium.
Di Timur Tengah dan Asia, ia konser dihadapan puluhan ribu orang di Kairo dan Alexandria, Qatar, Kuwait, UEA, Algeria, Bahrain, Syria, Yordania, Tajikistan dan Saudi Arabia. Ia menyanyi di hadapan 250,000 orang di Istanbul, Turki, membuat majalah Time melabelinya sebagai Bintang Rock Terbesar Islam.
Di sebuah konser di Azerbaijan, ia menerima sambutan hangat dari "tanah leluhurnya" (Yusuf adalah seorang Azeri, keturunan campuran Iran-Azerbaijan).
Lebih dari 50,00 orang hadir di konsernya di Festival Musik Casa di Casablanca, Maroko, pada 2007, melebihi batas penonton tempat penyelenggaraan.
Di sebuah konser populer di Wembley (disebut sebagai Muslim Live Aid), yang bertujuan menggalang dana dua juta poundsterling untuk bantuan kemanusiaan di Darfur, Sudan. Yusuf menerima video ucapan terima kasih langsung dari Gordon Brown, saat itu menjabat Perdana Menteri Inggris.
Ia menyelenggarakan tur Afrika Selatan pada 2008, di Cape Town, Durban dan Johannesburg, ia menyanyi bersama koir Agape Children Orphanage, menyanyikan We Are Together. Setelah konser di Festival Musik Fez di Fez, Maroko pada 2009, ia setuju mengadakan konser gratis yang sukses menghimpun 100,000 orang dalam sehari.
Ia sudah mengunjungi Turki, UEA dan Qatar untuk mempromosikan Wherever You Are dan akan ke Mesir, Singapura, Malaysia, Yordania dalam waktu dekat.[12]
Langganan:
Postingan (Atom)

